Rabu, 28 Maret 2018

Secarik Kertas dan Ceritanya [Puisi]

Secarik Kertas dan Ceritanya
Karya L. Agista


Secarik kertas kusam yang tertinggal di stasiun kota
Kau membawanya dengan tergesa-gesa
Aku ingat betul raut wajah yang kau tunjukkan padaku
Sedih, marah, gundah, bercampur dengan keringatmu yang berkilau
Kemudian berlari dan dihempas angin lalu

Secarik kertas putih yang terselip di buku yang terbuang
Tapi sayang, ia kusut
Tak ada goresan memang, putih bersih
Namun ia dibuang oleh orang yang berpura-pura dan merasa tidak berdosa
Kertas yang berpola menjadi saksi kepalsuan dan kebiadaban

Secarik kertas bergambar yang tersimpan di dompet anak muda
Ia penuh coretan yang entah bermakna atau tidak
Sekumpulan angka dan huruf yang entah terbaca atau tidak
Anak muda yang menyimpannya dengan hati-hati agar tidak ketahuan
Agar ia dapat menikmati kertasnya sendiri dengan apatis

Secarik kertas berwarna yang terlipat di tepi meja belajar gadis
Warna yang merah padam dengan api sebagai hiasannya
Berkibar tertiup angin yang berembus dari bibirnya
Sepertinya tajam sisi kertas itu
Menggores perlahan dan merobek lidah yang merayunya

Secarik kertas yang tak memiliki cerita
Ia hanya menumpuk menunggu seseorang mengungkapkan ceritanya
Setia menunggu dengan sabar dan tak sabar
Hingga tangan yang datang mulai merabanya dan membelainya
Dan kemudian rusak, ataupun berguna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar