Samudra Tak Bersalah
Karya L. Agista
Karya L. Agista
Berjalan ia di atas pasir putih yang tajam tak menggores
Sedikit-sedikit ujung kakinya tersapu oleh ombak yang manja membelainya
Duduklah pantat mungilnya di tepi jembatan dermaga sambil kakinya bermain kecil-kecilan
Namun ia sadar ketika menggoyangkan kakinya di atas lautan kebahagiaan
Berlari menjauh sejauh-jauhnya sambil berteriak ia menjauh
Mendaki keputusasaan yang ia putuskan sendiri
Terjatuhlah ke dalam kubangan bernama kenyataan
Lalu dikuburnya semua kenangan di dalamnya dalam-dalam dalam tumpukan dosa dan dusta
Merintih lagi ia menahan ribuan hujan kenangan yang siap mengisi kekosongan hatinya
Menghujam lagi semua ingatan manis dan pahit yang membumbui jiwanya
Lagi ia meronta di atas tumpukan kebohongan yang ia timbun di atas kepalsuan yang nyata
Lalu perlahan ia hilang bak debu yang terempas angin yang berisik dan berbisik
Terhapuslah jejaknya di atas pasir pantai yang mengering dan basah kemudian
Disapu ombak kekejian yang tak kenal ampun tanpa menyisakannya
Namun pantai tak bersalah
Laut pun tak bersalah
Siapa yang salah
Apa yang salah
Siapa yang tahu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar